Prologue:
11 Desember 2014. Grup H kualifikasi Champions League memanas! Apa penyebabnya? Yup, 2 tim (Shaktar Donetsk dan Atletic Bilbao berebut tiket 16 besar untuk mendampingi FC Porto yang terlebih dahulu dipastikan lolos terlebih dahulu.
Shaktar Donetsk yang berada di posisi 2 dipaksa meladeni FC Porto yang merupakan pemuncak klasemen. Serta Atletic Bilbao yang berada di peringkat 3 dipaksa bermain pesta gol melawan tim juru kunci BATE Borisov, jika ingin lolos ke babak berikutnya.
Hasil seri saja sudah bisa membuat Shaktar lolos bersama FC Porto, namun mereka tidak sendiri. Ada Atletic Bilbao yang bermain di kandang sendiri menghadapi BATE.
Di Basque (Kandang Bilbao), Atletic berhasil menjalankan tugas mereka dengan menghempaskan BATE dengan 2 gol tanpa balas lewat gol Mikel San Jose dan Markel Susaeta. Ini membuat Shaktar harus minimal seri melawan Porto. Benar saja, anak-anak asuhan Mircea Lucescu berhasil menahan imbang tim yang tidak pernah kalah FC Porto. Dengan begitu berapapun skor yang dimenangkan oleh Bilbao tidak akan membuat posisi Shaktar Donetsk di tempat kedua tergoyahkan. Akhirnya malam penuh ketegangan itu berakhir manis bagi para suporter Shaktar Donetsk.
Momen Liga Champions itulah yang coba ingin diulang oleh para penggawa Super Smanja. Menghadapi partai terakhir Grup G Passion Unika, Anak Laskar Turun Gunung harus menghadapi SMK 1 Semarang (Stemsa) yang sebelumnya menyapu bersih kemenangan 2 partai sebelumnya melawan SMA Setia Budi mereka menang 6-1 sedang matchday kemarin mengandaskan perlawanan Skanega dengan kemenangan tipis 1-0. Di waktu lain, Smanja berhasil berpesta gol 8 gol tanpa balas melawan tim semenjana SMA Setia Budi. Hal itu membuat SMK 1 Semarang mengoleksi 6 poin dengan defisit positif 6 gol, di tempat kedua ada Smanja dengan koleksi 4 poin (dengan asumsi pertandingan lawan Skanega dihitung seri) berbekal defisit gol positif 8. Di peringkat ketiga ada Skanega dengan 1 poin serta juru kunci sekaligus tim yang tak mungkin lolos SMA Setia Budi dengan 0 poin.
Di partai terakhir [24.02.2015] 1 tim dipastikan lolos yaitu Stemsa. Serta 1 tiket lain yang diperebutkan adalah tiket runner up antara Smanja atau Skanega.
Situasi ini hampir serupa dengan kondisi Liga Champions yang sudah diuraikan di atas tadi. Tim peringkat kedua akan menghadapi juara grup serta tim peringkat ketiga akan menghadapi tim juru kunci.
Secara matematis, hasil seri saja sudah bisa membuat Smanja lolos mendampingi Stemsa. Namun, akan jadi kacau jika Smanja kalah telak dari Stemsa sedangkan Skanega berhasil pesta gol di gawang Setia Budi.
Bukan tidak mungkin posisi Smanja akan sangat sulit, mengingat pertemuan terakhir Smanja dipaksa kalah dengan skor telak 5-1 dari Stemsa! Sedangkan akan menjadi tugas yang relatif mudah bagi skanega untuk berpesta gol di gawang tim dengan pertahanan terapuh, SMA Setia Budi.
Jika ingin lolos, bermain aman bisa menjadi kunci permainan Surya Muhammad dkk. Rapatkan pertahanan dan meminimalisir kebobolan cepat di awal pertandingan. Akhir-akhir sering dilihat Super Smanja terlambat panas di beberapa pertandingan, itu membuat pertahanan Smanja sering kecolongan di awal babak pertama. Tapi ini adalah futsal dimana PERTAHANAN TERBAIK ADALAH MENYERANG! Seperti apa yang dikatakan Justin Laksana (Mantan pelatih timnas futsal).
Pertandingan nanti sore akan menjadi misi khusus bagi Super Smanja. Yang pertama adalah revans untuk membalas kekalahan yang lalu. Dan yang kedua adalah merebut tiket 16 besar!
Bayarlah peluh keringat mu, gantilah riak suara Ultras Smanja dengan kemenangan!
Siamo Sempre Con Voi..
Super Smanja Till I Die
Editor: SIMBAH PANJUL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar