Usai perjalanan panjang dilalui, akhirnya pagelaran Passion Unika 2015 resmi selesai. Tepat satu minggu para seniman lapangan papan dari segala penjuru hadir ke Knight Stadium untuk satu kata "Juara". Setiap kompetisi pasti mengalami seleksi alam, dimana siapa yang kuat akan terus bertahan, dan siapa yang lemah harus bersedia terpental jauh dari kerasnya tebing kompetisi Passion Unika 2015. Total 32 tim terbaik dari Jawa Tengah dan DIY beradu teknik dan skill yang terbagi menjadi 8 grup dengan setiap grup berisi 4 tim. Tidak ada yang diuntungkan di setiap grup, setiap grup adalah grup neraka!
Cerita menarik hadir dari salah satu tim dari wilayah pegunungan. Ya, tim itu adalah SMAN 1 Boja yang biasa disebut Super Smanja. Perjalanan Super Smanja tiap pertandingan sudah kami ulas secara lengkap dan mendetail (Post sebelumnya), ya "Mengejutkan" kata itulah yang menggambarkan tim Super Smanja tahun ini. Dibayangi virus Puasa gelar bertahun-tahun, akhirnya Super Smanja mampu mengobati lapar gelar SMA 1 Boja dengan mempersembahkan tempat ke-4.
Memang bukan juara pertama tapi Super Smanja generasi ketiga ini (Setelah era Pararampam FC, dan Sweet Evil FC) mampu menghadirkan permainan yang berbeda dari para pendahulunya.
Ialah Amin, pelatih Super Smanja yang meracik strategi untuk menghadapi kompetisi baru di medio 2015. Perpaduan pemain muda dengan senior menghadirkan permainan taktis, dinamis, serta fleksibel. Baru kali ini regenerasi tim berjalan mulus, walaupun tidak dilepas 100% kepada para pemain muda, hal itu nampak ketika masih ada nama pamain senior Bagas Murdani yang belum bisa digantikan di lini tengah sebagai penyeimbang tim. Di bawah mistar Ardi Wijaya semakin matang dengan 3 cleansheet selama pergelaran Passion setelah belajar dari pengalaman di TJPAF tahun lalu. Di belakang ada Iqbal Rizaldi yang disiplin menempel ketat striker lawan, tipe pemain seperti inilah yang sudah lama tidak ditemukan di squad Super Smanja, visi permainan sangat baik ketika melihat pergerakan pemain sekaligus membaca arah datangnya bola, kredit plus bagi pemain satu ini. Di depan pemain muda Tatas Irsyad yang langsung nyetel dengan para pemain wajah baru Super Smanja, lebih dari 4 gol sudah disarangkan di berbagai tim peserta Passion 2014. Tak hanya mereka masih ada nama-nama lain macam Nendy, Irul, Boim, Bagus serta pemaim cadangan lainnya yang bahu membahu mengisi bensin stamina tim Super Smanja.
Bisa dibilang racikan Bang Amin inilah "Revolusi Tersukses" dalam tubuh tim SMA 1 Boja. Mungkin cara ini (komposisi junior-senior) masih dapat digunakan untuk regenerasi pemain berikutnya.
"Juara Tanpa Mahkota" adalah Super Smanja. Mengapa? Tak berlebihan rasanya menyebut Super Smanja adalah juara tanpa mahkota. Dianggap underdog justru Smanja berubah menjadi tim yang ditakuti. Tampil trengginas dari babak grup hingga semifinal, total Smanja menghasilkan 24 gol dalam 7 pertandingan! Dengan rasio 3,3 gol per match, Smanja menjadi salah satu tim tersubur di Passion Unika. Dengan 14 gol diantaranya dicetak oleh pemain veteran Bagas Murdani.
Terlebih langkah Smanja di semifinal dihentikan oleh tim finalis sekaligus juara Passion '15 SMK N 7 Semarang melalui drama mendebarkan melalui penalti koin toss!
Dengan statistik yang begitu mengkilap rasanya Super Smanja tahun ini layak menjadi team of the month bulan Februari.
Namun, mahkota bagi Super Smanja justru lahir dari sisi suporter. Dimana Ultras Smanja dinobatkan sebagai Suporter terbaik Passion 2015. Ini menjadi gelar ketiga setelah menyabet penghargaan "Best Suporter" pada MUFC Anniversarry Cup, Geodetic Undip Cup serta Passion 2015, yang lebih membahagiakan lagi bahwa 3 gelar yang diperoleh didapat saat Ultras Smanja belum genap berumur 1 tahun, hal ini menegaskan bahwa "Rockie Baby Ultras Smanja" tidak bisa dipandang sebelah mata.
Terimakasih untuk pahlawanku Super Smanja, terimakasih untuk keluarga ku Ultras Smanja.
BIANCO NERO ALE! Sampai jumpa di tribun berdiri selanjutnya!
www.ultrassmanja.co.nr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar